Dalam dunia Open Source bisa dihargai mahal bukan karena software lebih keren tapi karena support dan servicenya

Dalam dunia Open Source, bisa dihargai mahal bukan karena software lebih keren, tapi karena support dan service-nya

Dongeng seorang Pecinta Squid Proxy

 

Tulisan ini dibuat karena terinspirasi oleh sebuah posting di Wall Post Forum Mikrotik Yogyakarta

 

Assalamu’alaikum..

 

Berikut ada sebuah dongeng yang ingin saya ceritakan, ini benar-benar kisah nyata yang terjadi disekitar kita (weh, kalau kisah nyata berarti bukan dongeng dong?)

 

Pada jaman dahulu kala, ada seorang yang sangat menyukai sebuah proxy server. Squid namanya. Ada sebuah ketakjuban saat dia menggunakan proxy server itu. Waktunya banyak dihabiskan untuk melakukan trial and error, tujuannya hanya satu yaitu menghasilkan proxy server yang “fast and robust”. Berbagai cobaan dia alami, termasuk dimaki-maki di official mailing list squid (jaman dulu belum ada webforum) karena mengajukan pertanyaan yang terlalu newbie (maklum dia belum ngerti apa namanya FAQ, HOWTO). Meskipun demikian, pada masa itu semuanya dilakukan dengan riang gembira, tanpa beban, dan semua dirasakan sangat menyenangkan. Hingga akhirnya dia memilih jalan hidupnya seperti License Open Source :).

 

Jalan hidup license open source ? apaan tuh?

Filosofi open source, adalah filosofi yang akhirnya menjadi fondasi pemikirannya, kenapa? baginya hidup adalah soal berbagi, berteman/bersahabat, tekun dan selalu berprasangka baik. Walaupun dia sadar sekali bahwa jalan hidup itu tidak akan membuatnya menjadi kaya raya.

 

Permasalahan menjadi timbul saat dia dipertemukan dengan seseorang yang pragmatis, profit oriented dan berfilosifi closed source. Ini seperti menyatukan minyak dan air, dan akan tetap begitu hingga sangkakala ditiup. Tak jarang juga dia menemukan “karyanya (baca:tutorialnya)” dicopy-paste di sebuah forum tanpa menyertakan penulisnya. Bahkan yang lebih parah, dengan tutorialnya itu, seseorang menawarkan jasa setup dengan nilai yang cukup tinggi tanpa pernah tahu apa makna dibalik konfigurasi tersebut. Tulisannya yang nyata-nyatanya open, dimanfaatkan secara komersial, tanpa membubuhkan kredit, bahkan diolah sedemikiannya hingga scriptnya pun tidak kasat mata (note:scriptnya dicompile menjadi binary). Dunia nampak tidak begitu adil baginya. Bahkan sempat berpikiran untuk berhenti menulis tutorial, karena apalah artinya bila tulisannya ternyata hanya menguntungkan orang tertentu ? ini terasa seperti lingkaran setan yang tak akan ada ujungnya :)).

 

Hingga suatu saat dia dimessage dengan seseorang yang sangat berterimakasih padanya, betapa tutorialnya ternyata sudah mengubah hidup dan keluarganya. Dengan tutorialnya dia mampu menghidupi belasan karyawan dan secara tidak langsung menggerakkan roda perekonomian lokal. Sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Maka makin seringlah dia diundang mengisi seminar dan workshop mengenai teknologi informasi, bahkan hingga pelatihan RTRW :).

 

Kesimpulan:

 

Banyak yang melupakan bahwa dalam dunia maya, anda dikenal dari apa yang anda tulis. Anda membangun reputasi anda perlahan-lahan dengan diawali dengan berbagi, menulis, dan berinteraksi dengan seseorang.Termasuk kisah diatas, reputasinya sebagai seseorang yang berbagi, mengantarkannya menjadi seorang pembicara.

 

Bila anda adalah tipikal bisnisman, apa yang anda tulis akan lekat dengan nuansa dagang dan transaksi. Maka tunjukkan bahwa anda benar-benar kompeten dengan bisnis jasa tersebut. “If you’re really good at some thing, don’t do it for free”.

 

Tapi yang perlu diingat bahwa dalam dunia open source, anda dihargai mahal bukan karena konfigurasi/software anda lebih keren, tapi karena support dan pengetahuan anda yang luas. Anda pernah dengar Richard Stallman dibayar tinggi karena software buatannya? (macam emacs,GNU), nope! dia dihargai tinggi karena ilmunya yang luas, hingga orang-orang yang haus akan ilmu rela untuk “berguru” dan membayar mahal untuk sekedar menyicipi tetesan ilmunya.

 

Sebuah hal yang  cukup nista bila anda menghargai tinggi atas karya Adrian Chadd (lusca) dan Duane Wessels (squid) cuma dari sekedar copy-paste squid.conf. Tingkatkan value anda dengan memahaminya secara holistik, mulai dari konsep jaringan yang benar, konfigurasi hardware, Operating sistem hingga masalah failover power-supply. Niscaya anda akan jauh lebih berharga dari mereka-mereka yang cuma copy paste.

 

Regards,

 

Penulis adalah praktisi teknologi informasi, pemerhati opensource, homeschooling parent dan E-Entrepreneur.

 

-aanbudi-

sulistyanto at gmail.com

Dalam dunia Open Source bisa dihargai mahal bukan karena software lebih keren tapi karena support dan servicenya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s