PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN

Paparan tentang kepemimpinan umumnya merupakan suatu topik pelengkap yang biasa ditempatkan dalam bab-bab akhir dari buku-buku tesk Psikologi Sosial. Dalam disiplin Psikologi Sosial itu sendiri, persoalan kepemimpinan tampaknya telah menajdi topik yang cukup menantang untuk dibahas. Bahkan tidak berlebihan kalaqu dikatakan bahwa sejak munculnya disiplin itu – kurang lebih 75 tahun yang lalu – para ahlinya sudah mulai berbicara tentang berbagai masalah kepemimpinan.
Untuk bisa mahami dengan seksama mengenai berbagai masalah kepemimpinan, seyogyanya kita mau mengenal berbagai penelitian yang telah dilakukan para ahli ilmu-ilmu sosial (Social Sciences) seperti Sosiologi, Psikologi, atau Antropologi, untuk kemudian diperkuat lagi dengan serangkaian informasimengenai data diri para pemimpin “besar” sekaligus sekaligus berbagai wawasanya mengenaui kepemimimpinan itu sendiri. Selanjutnya pemahaman yang lebih jelas akan diperoleh kalau kita juga mau menoleh kepada teori-teori yang telah dikembangkan oleh para ahli Ilmu Politik dan juga wawasan pemikiran yang juga telah dikembangkan oleh para sejarawan.
Dari ulasan siingkat tersebut diatas tamapak bahwa untuk menelusuri masalah kepemimpinan – kendati pun cukup menarik – ternyata bukan persolan yang mudah. Hal yang demikian ini tidak mengherankan mengingat berbagai konsepsi tentang kepemimpinan pada umumnya berkaitan secara ketat dengan berbagai sumsi dasar mengenai hakekat manusia, terutama hakekat manusia dalam berbagai aktivitas kelompok.
Berbagai pengkajian tentang kepemimpinan, pada umumnya berangkat dari usaha membeberkan berbagai masalah yang relatif sederhana untuk kemudian lebih diperluas lagi dengan masalah-masalah yang lebih kompleks. Dengankata lain, dalam usahanya mengkaji secara objektif masalah-masalah kepemimpinan, pada mulanya para ahli berusaha menemukan karakteristik umum yang dimiliki oleh para pemimpin, dan yang tidak dimiliki oleh mereka yang bukan pemimpin.
Dalam pendekatan semacam itu terungkap pula suatu cara pandang bahwa ciri-ciri atau sifat-sifat khusus yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi asumsinya tentang peranan kepemimpinan dalam berbagai perwujudannya. Tugasnya, ciri-ciri atau sifat-sifat khusus yang dimiliki seseorang akan menjadi sorotan manakala anggota kelompok yang lain harus memilih, misalnya, kapten tim sepak bola, pejabat di dalam organisasi bisnisnya, atau manakala yang bersangkutan hendak
memilih seorang penengah yang akan membantu persoalan yang dihadapinya.
Namun demikian, pendekatan yang sangat sederhana tersebut ternyata di kemudian hari mengalami kegagalan, oleh karena belum mampu mengungkapkan faktor-faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam proses kepemimpinan seperti misalnya : fungsi – fungsi pemimpin, hakekat tugas kelompok, pengaruh kekuasaan pimpinan, dan berbagai faktor penting lainnya.

 

Seirama dengan pesatnya perkembangan di dalam metodologi penelitian, interaksi yang jauh lebih kompleks anrata kepribadian pemimpin dengan aspek-aspek yang berkaitan dengan situasi lebih banyak mendapatkan perhatian dari para peneliti di bidang ini. landasan berpikirnya behwa dengan memahami profil manusia yang berhasil menjadi pemimpin diharapkan bisa menambah akurasi pembahasan masalah kepemimpinan secara umum.

 

PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s