40 Persen Pengguna Online Mengalami Cyberbullying

 

Cyberbullying, masalah serius yang menuntut penanggulangan dan pencegahan. Tugas dan kewajiban orang tua, pendidik dan guru-guru yang mengajar anak sekolah bagaimana berperilaku dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial atas tindakan Cyberbullying.

Tindakan cyberbullying sekarang semakin marak dikalangan remaja, terutama anak usia sekolah yang saat ini dengan bebas membawa gadget walaupun dalam proses belajar mengajar. Suatu ketika tetangga saya yang masih usia remaja kembali ke rumah hanya karena lupa membawa ponsel, padahal jam 10 kegiatan belajar sedang berlangsung.

Hanya karena ponsel dia rela izin dengan alasan lain, ini kenyataan bahwa gadget lebih penting daripada buku dimana mereka berasumsi bahwa gadget menyimpan segala yang mereka butuhkan. “Selamat untuk pelajar-pelajar kita!”

Cyberbullying, Trend Dan Senjata Pamungkas!

Cyberbullying adalah istilah yang digunakan untuk menyerang seseorang atau lebih melalui internet atau melalui telepon seluler, untuk merendahkan atau menghina seseorang, atau membahayakan hubungan sosial mereka. Seseorang yang lebih lemah menjadi target serangan berulang, berkelanjutan dan disengaja.

CyberbullyingCyberbullying / Credit: netsafe2011

Saya sempat membaca hasil penelitian Bielefeld University 25 Juli 2012, mereka menemukan bahwa pemuda yang menjadi korban cyberbullying (pelecehan dunia maya) sangat menderita ketika temannya membuat mereka sebagai objek cemooh dengan menyebarkan foto dan video. Menurut survei online tersebut, sekitar setengah dari korban Cyberbullyingmerasa sangat tertekan atau sangat tertekan dengan jenis perilaku. Sekitar 1881 anak sekolah yang tinggal di Jerman mengambil bagian dalam survei yang diadakanInstitute for Interdisciplinary Research on Conflict and Violence (IKG) dan mengomentari pengalaman mereka sebagai pelaku, korban atau saksi cyberbullying.

Survei ini menemukan bahwa beberapa korban yang terkena dampak internet dari Cyberbullying lebih menyedihkan daripada korban yang lain. Dampak cyberbullying sulit dikendalikan, foto dan video sering digandakan dan tersebar beberapa kali, dengan kata lain konten tersebut tetap tersedia tanpa batas waktu.

Jadi, sekali kita mengupload foto dan video maka dampaknya bisa seumur hidup. Dunia maya seperti bakteri yang mampu membelah diri, menggandakan konten apapun tanpa kenal waktu dan jumlah. Ini sama saja seperti menyuntikkan virus Aids kedalam tubuh teman Anda, seumur hidup mereka menderita.

Anak sekolah di antara para korban Cyberbullying mengaku sering menjadi subjek cyberstalking dan bertentangan dengan keinginan mereka, sangat mudah mengirim pesan kepada seseorang secara ofensif melalui e-mail, messenger, ataupun posting di jejaraing sosial. Cyberbullying menyerang anak sekolah sering menggunakan internet dan ponsel, biasanya pelaku melakukan pembalasan atas tindakan ejekan, dihina, dilecehkan orang lain atau terancam.

Sebagian Besar Pelaku Cyberbullying,.. Wanita Usia Remaja

Cyberbullying diusia remaja dan anak sekolah dinegeri ini bukan masalah sepele, tapi masalah serius yang menuntut penanggulangan dan pencegahan. Tugas dan kewajiban orang tua, pendidik dan guru-guru yang mengajar siswa sekolah bagaimana berperilaku dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial terhadap orang lain, tindakan tegas harus diambil dalam menangani kasus cyberbullying.

Setengah dari pelaku cyberbullying sepertinya merasakan bahwa tindakannya tidak menghasilkan konsekuensi negatif bagi mereka. Fakta dari survey yang sering dilakukan ataupun beberapa penelitian tentang Cyberbullying, bahwa:

Hampir 40% pengguna online mengalami cyberbullying, satu dari empat pengguna telah mengalami lebih dari sekali. Lebih dari 80% remaja menggunakan ponsel secara teratur sehingga media menjadi hal yang paling umum digunakan, wanita dua kali lebih mungkin menjadi korban dan pelaku cyberbullying, sebagian besar usia mereka 10-18 tahun.

Ya, dan jelas sekali bahwa gambaran ini paling besar terjadi diusia pendidikan. Pelajar umumnya kurang berfikir panjang dalam mengambil tindakan negatif yang justru membahayakan teman bahkan dirinya sendiri. Cyberbullying bukan suatu keputusan ketika Anda merasa disakiti ataupun teraniaya, masih ada cara lain yang lebih baik daripada menyuntikkan racun seumur hidup.

 

40 Persen Pengguna Online Mengalami Cyberbullying ; http://kaget.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s