[Sidik Investigasi] Sisi Gelap Bisnis Jual-Beli Akun Twitter

Source : http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2013/05/13/sidik-investigasi-sisi-gelap-bisnis-jual-beli-akun-twitter/#more-2462

 

Jual-Beli Akun Twitter itu Bisnis Yang Menggiurkan. Tapi …
*****

Siapa di balik pembuat akun palsu Ustad Jefri Al Buchori (Uje) sekeluarga, dan apa motifnya?
Simak Sidik Investigasi berikut ini.Menjual akun twitter yang mempunyai banyak follower itu bisa menjadi bisnis menggiurkan bagi mereka yang paham celah kelemahan Twitter. Yang pinter dalam bisnis ini bisa mampu menghasilkan omset puluhan juta rupiah dalam seminggu. Selain itu ada juga jasa penambahan Follower di Twitter dan Like di Facebook, jasa penjualan Folllower dan Like di Instagram, Soundcloud, Google+, dan Pinterest. Juga ada jasa View di Youtube dan Vimeo. Melalui jurnal ini, saya hanya fokus ke masalah Twitter, dan yang ingin saya soroti bukan soal prospek bisnisnya, tapi lebih menyoroti bagaimana cara curang yang dilakukan sang penjual untuk memberikan pembeli akun Twitter dengan banyak follower tersebut.

KASUS AKUN TWITTER #UJEPALSU

Minggu lalu (3 Mei 2013), saya dan banyak warga twitter mulai gerah dengan adanya akun-akun palsu yang mengatas-namakan keluarga almarhum Ustad Jefri al Buchori (Uje). Akun-akun palsu tersebut bernama: @Jefry_Buchori, @PipikDirawati, @AdibaKAZahra, @AbidzarAGhifari, @AylaAzuhro.
Anehnya follower-nya sudah mencapai ratusan ribu. Dinamakan palsu karena sudah ada akun asli yaitu @jefri_buchori milik alm. Uje dan @PipiknaUJE milik umi Pipik Dian Irawati, istri Uje.

Kemudian saya dan kang Ibnux mulai nge-kultwit dengan hastag #UjePalsu, kemudian ramailah timeline dengan hastag tersebut. Tidak beberapa lama kemudian mas Mustofa Nahrawardaya juga nge-kultwit dengan hastag yang sama setelah melakukan tabayyun langsung ke umi Pipik melalui Blackberry Mesenger (BBM). Kabarnya umi Pipik merasa sangat terganggu oleh akun Uje Palsu tersebut. Berikut tampilan pesan BBM dari mas Mustofa:

#UjePalsu*klik gambar untuk memperbesar, detailnya ada di chirpstory*

Dari keterangan umi Pipik tersebut, confirm bahwa:
1. Akun asli Uje hanya satu yang aktif yaitu @jefri_buchori.
2. Akun @Jefry_Buchori adalah palsu.
3. Informasi tambahan, Uje tidak mempunyai FB.

Kemudian, banyak pengguna twitter yang mengetahui informasi ini langsung melakukan aksi Report As Spam (RAS) dan aksi blokir akun-akun Uje Palsu tersebut.

Akun asli istrinya Uje: @PipiknaUJE, telah dipalsukan menjadi @PipikDirawati, kemudian setelah mendapat tekanan RAS, berganti menjadi @Pipikirawati, berganti lagi menjadi @SangatBerarti sampai jurnal ini ditulis. Ada juga akun palsu lainnya yaitu @Pipikdiann dan @Pipikdian.

Belakangan muncul akun @PipikDirawati dan @UjeFamily. Setelah diselidiki ini bukan akun-akun yang berasal dari #UjePalsu awal. Dua akun ini masih sedikit followernya, isinya hanya mengadu-domba, melecehkan agama, menghina / mengolok-olok Uje. Entah siapa yang bikin. Kalau akunnya masih hidup, di-RAS saja ya.

Melalui informasi awal dari @TwittHerry, akhirnya terkuak, akan kemana akun #UjePalsu @jefry_buchori diarahkan yaitu ke akun habitatnya.

#UjePalsu
Dari situ terlihat jelas bahwa akun palsu @jefry_buchori @PipikDirawati @IBUANYudhoyono @CatatanAlkitab adalah satu komplotan.

Memang kalau ditelusuri terlihat mencolok bahwa dari semua pesan – pesan bijak (yang ngakunya itu adalah ucapan Uje) kenyataannya tidak ada kata-kata khas Islami (seperti Allah SWT, Rasulullah SAW, atau tulisan arab); jauh berbeda dengan akun Uje yang asli. Sedangkan di akun Uje palsu selalu menggunakan kata “Tuhan” bukan “Allah”.

Beberapa pengguna twitter juga menyampaikan kesaksian bahwa selama acara live di TV memperingati wafatnya Uje, mereka menyaksikan umi Pipik tidak memegang hp/bb, melainkan tasbih. Anehnya pesan-pesan “keluarga Uje” terus membanjiri twitter. Maka jelas tidak mungkin selama masa berduka cita, keluarga Uje sibuk update status di twitter. Keluarga Uje yang ber-twitteran ria selama masa berduka adalah fitnah yang nyata.

Keesokan harinya, Sabtu, 4 Mei 2013, demi amannya akun agar tidak ditutup (di-suspended) oleh Twitter karena mendapat serbuan RAS, si pemilik akun segera mengganti nama dari @Jefry_buchori menjadi @KutpanEngZhou dengan tetap membawa ratusan ribu follower, seperti terlihat di bawah ini:
#UjePalsu
Tertera:

Motivator Muda | Pembicara Seminar Motivasi & Marketing |
Inspirator Muda | Mengundang Saya CP (Stenly) 085299352599
Pin BB Pribadi 2195DE4B.
Indonesia

Lihatlah, mungkin karena panik, si pemilik akun lupa mengganti profile picture (PP) yang masih foto alm Uje. Dari namanya, dengan mudah ditelesuri via google dengan kata kunci “EngZhou Motivator”, ditemukan informasi tambahan di sebuah facebook: http://www.facebook.com/stenly.mokoginta

Diduga pembuat akun palsu tersebut bernama Stenly Mokoginta. Dia adalah seorang non muslim, ini terlihat begitu banyak kalimat berupa ayat-ayat Al-kitab pada status-statusnya.

Tidak lama kemudian akun #UjePalsu @KutpanEngZhou mengganti lagi namanya menjadi @KutipanEngZhou (ada tambahan huruf “i”). Kali ini dia telah mengganti profile picture-nya yang sama dengan fotonya di FB, bukan lagi menggunakan foto Uje. Nahh.. kena lu… ayo hafalkan wajahnya, namanya, telponnya, pin-nya. Inilah Biang Penipu!

#UjePalsu
Kemudian setelah saya ingatkan atas pelanggaran pasal UU ITE dimana informasi di bio-nya memudahkan penyidik hukum menjeratnya, si terduga pembuat akun #UjePalsu ini kemudian menghapus isi bio-nya, dan sekaligus mengganti nama akun menjadi @KutipanSuper_ Jelas, ia berupaya menghilangkan jejak identitas “Eng Zhou Motivator”.

#UjePalsu
Sampai jurnal ini dibuat, akun palsu Uje berganti lagi menjadi@PepatahIndah, demi mengamankan akunnya dari serbuan RAS. Dari upaya pelariannya, terlihat bahwa si pecundang ini (Stenly Mokoginta) memanfaatkan kemudahan Twitter mengganti nama akun. Setelah mendapat ratusan ribu followers dari momentum dukacita keluarga Uje, kemudian memakai topengnya yang sebenarnya.

Kepada Stenly Mokoginta pembuat akun keluarga #UjePalsu,
Akuilah perbuatan jahat Anda ini!
Memanfaatkan wafatnya Uje demi gain follower, sungguh menyedihkan!
Seluruh jagad raya internet yang membaca tulisan ini akan memasukkan Anda ke dalam Daftar Hitam event-event seminar motivasi!

Melihat gerak-gerik si pembuat akun keluarga #UjePalsu, kini ia/mereka benar-benar masih berupaya terus menggenjot jumlah followernya (yang sempat turun akibat serbuan RAS dan Unfollow massal) agar mempunyai nilai jual yang tinggi. Dengan cara menjadi bunglon, memanfaatkan momen apa yang sedang booming saat itu, dan saat itulah nama akunnya disesuaikan. Dulu sebelum bernama #UjePalsu, akun tersebut bernama seleb Novita Dewi, dan sebelumnya bernama bintang X-Factor Fatin. Dia mempromosikan terus akun-akun palsu yang dibuatnya agar terus menarik banyak follower misalnya melalui komentar-komentarnya di berita atau social-media seperti youtube. Mudah sekali ditelusuri, ini contohnya:
#UjePalsu
Bila akun palsunya tidak lagi mampu menjaring follower atau ketahuan kalau palsu, ia segera mengubah nama akunnya. Banyak orang tidak curiga ketika dia mengubahnya menjadi akun Uje sekeluarga, karena melihat followernya sudah puluhan ribu, maka dianggapnya itu akun asli Uje sekeluarga. Dengan memanfaatkan momentum dukacita ini, dia mampu meningkatkan follower menjadi ratusan ribu. Ini juga karena jasa para tweeps (pengguna Twitter) yang me-retwit pesan-pesan yang disangkanya berasal dari umi Pipik (pengelola akun Uje).

Di bawah ini salah satu contoh bagaimana tweeps yang kaget karena tiba-tiba muncul twit-twit #UjePalsu @PepatahIndah dan @SangatBerarti di TL-nya padahal dia tidak merasa mem-follow-nya, besar kemungkinan dia dulu memfollow akun Uje yang dianggapnya asli.

#UjePalsu

Kalau Anda pernah me-RAS akun #UjePalsu, Anda bisa mendeteksi segala perubahan nama akun #UjePalsu ini melalui alat bantu: blockedby.me.
Untuk mengetahui sejak kapan akun tersebut menulis twit-nya untuk pertama kali bisa menggunakan alat bantu: tweet.grader.com.

BAHAYA ATAS KELEMAHAN TWITTER

Dari kasus #UjePalsu ini kita bisa melihat potensi adanya penyalahgunaan atas lemahnya sistem di Twitter yang bisa seenaknya mengganti nama akun, antara lain:

  1. Berpotensi fitnah dari akun palsu terhadap akun asli.
  2. Berpotensi menyelewengkan pemikiran dari akun asli.
  3. Berpotensi pendangkalan ideologi/akidah, misalnya awalnya berupa akun Islami yang berisi pesan-pesan Islami, namun setelah menjaring banyak follower kemudian berubah menjadi akun Liberal, atau agama lain (non-Islam) seperti kasus akun #UjePalsu di atas.
  4. Dimanipulasi dan dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai jual akun.

Atas poin-poin potensi bahaya ini mohon dengan sangat Pemerintah RI dalam hal ini di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo) mampu menciptakan rambu-rambu untuk mencegah terjadinya kasus seperti #UjePalsu. Saya ingat, upaya ini pernah disampaikan bapak Tifatul Sembiringdi sini.

KASUS SEJENIS

Kasus #UjePalsu di atas modusnya persis sekali dengan kejadian yang pernah diberitakan oleh Majalah MIX Marketing. Dimana saat itu, ratusan ribu anak baru gede (ABG) follower Twitter @soalCINTA kaget ketika akun pseudonymyang mereka follow tiba-tiba berubah nama menjadi @DennyJA_CINTA (kini sudah berubah menjadi @DennyJA_WORLD). Lebih kaget lagi karena tweet yang sebelumnya selalu berkaitan dengan tema-tema cinta yang mereka gandrungi, tiba-tiba banjir dengan berita-berita aktual, terutama soal politik. Padahal, topik ini hampir tidak pernah mendapatkan perhatian segmen umur sebagian besar follower akun @soalCINTA. Kemudian muncul dugaan bahwa akun @soalCINTA yang ketika itu memiliki sekitar satu juta follower itu telah dijual kepada Denny JA, Direktur Eksekutif Lingkaran Survey Indonesia (LSI), lembaga penelitian dan konsultan politik Indonesia. Di antara spekulasi yang beredar, ada yang menyebut nilai akuisisinya mencapai tidak kurang dari Rp500 juta.

INDIKATOR UTAMA POPULARITAS

Ada dua indikator utama popularitas di Twitter dan Facebook, yaitu follower untuk Twitter dan Like untuk Facebook.

Meskipun teori mengatakan bahwa jumlah follower di media sosial tidak sepenting interaksi yang terjadi antara para follower dengan pemilik akun, dan tidak masalah kalau Anda menganggap besarnya bilangan itu bukan persoalan. Namun FAKTA-nya, bilangan follower tetap menjadi angka seksi yang selalu menjadi tolok ukur popularitas. Masih banyak orang yang malu kalau follower-nya cuma sedikit, apalagi kalau dia figur publik atau merasa dirinya orang penting. Bagi perseorangan, dengan banyak follower mungkin mampu menaikkan ego dan rasa percaya diri mereka, sehingga bisa terlihat gaya dan hebat bila disebut sebagai seleb tweet atau dianggap sebagai orang penting. Dan, bagi merek-merek yang sudah mendunia, jumlah follower yang bejibun adalah sebuah keharusan. Hal ini dilakukan agar posisi produk dan layanan mereka terlihat nyata. Begitu juga bila akun tersebut adalah bagian dari partai politik.

FENOMENA JUAL-BELI AKUN TWITTER

Melihat kondisi indikator di atas, tidak heran kalau kemudian kecenderungannya mereka melakukan segala cara agar mempunyai banyak follower dalam waktu singkat. Kalau perlu, dengan membeli akun orang lain yang cocok dengan visi dan misi pribadinya. Sehingga kemudian muncullah fenomena jual-beli akun jejaring sosial dan jasa mendongkrak jumlah follower. Mereka yang membeli akun twitter paling tidak berupaya untuk membangun image popularitasnya di awal sampai akhirnya nanti benar-benar berinteraksi dengan followernya yang real (bukan follower palsu).

Kalau Anda searching google dengan keyword: “Jual Akun Twitter”, maka akan didapatkan banyak iklan yang berisi akun twitter siap jual dan penawaran jasa untuk mendongkrak jumlah follower supaya mencapai angka tertentu dalam jangka waktu tertentu. Banyak mereka yang menjual akun twitter dengan menggunakan follower-follower palsu, model ini memanfaakan kelemahan sistem Twitter dalam hal menangkal akun palsu atau bot. Padahal, akun-akun palsu yang dijadikan follower ini jelas tidak bisa berinteraksi. Pembeli follower dengan cara ini sebenarnya ditipu.

Dalam perkembangannya, pembeli akun twitter tidak mau lagi dengan tipe akun dengan follower pasif seperti itu. Untuk mengatasi hal tersebut, penjual akun Twitter palsu ini harus bisa memastikan bahwa akun palsu tersebut terlihat tidak palsu. Kemudian muncullah software khusus untuk membuat akun palsu saling berinteraksi. Software ini bisa mengisi tiap detail. Pekerjaan akun palsu ini me-retweet akun induk, sehingga akun palsu itu akan terlihat asli. LOL.

Di bawah ini contoh iklan penjualan akun twitter lengkap keterangan jumlah follower dan harganya, si penjual menerangkan bahwa hasil follower yang didapat adalah dengan menggunakan metode salprom (saling promote). Check iklannya di sini.

"Jual akun twitter"

Ada banyak cara bagi si penjual untuk meningkatkan jumlah follower, meski demikian tidak menutup kemungkinan menabrak dinding kejujuran, karena memang digunakan pembeli untuk kepentingan “mengelabui” publik.

Cara yang dipakai pembuat akun keluarga #UjePalsu di atas adalah dengan menjadi bunglon memanfaatkan momentum yang sedang trend, seleb yang lagi booming, tokoh aktual, dan kemudian menjelma kembali menjadi akun motivasi atau akun pengetahuan umum setelah siap untuk dijual. Ciri-ciri sejenis bisa kita lihat betapa banyak warga twitter yang mudah dikelabui dengan akun palsu seperti Vitalia Sesha (lagi ramai atas skandal Fathanah) atau Devi Liu (yang lagi ramai digosipin kencan dengan Ariel Peterporn). Kalau mau bukti bahwa itu palsu, Anda bisa lihat isi twit-twit tanggal sebelum 2 wanita itu menjadi pembicaraan, isinya jauh dari kedua pribadi wanita tersebut, alias gak nyambung. Nanti kalo ada wanita yang menjadi berita hangat, nama akun tersebut berubah demi menjaring banyak follower. Setelah followernya sudah mencapai ratusan ribu, maka akan menjelma kembali menjadi akun motivasi dan siap untuk dijual. Untuk mengelabui publik, isi twit-twit sebelumnya dihapus, diganti menjadi kata-kata motivasi.

Inilah 4 dari 5 akun palsu keluarga Uje setelah perubahan nama.

#UjePalsu
Perhatikan gambar di atas, isi twit-twit yang berhubungan dengan nama akun sebelumnya telah dihapus, siap di-isi kembali dengan isi twit sesuai dengan nama akunnya yang baru. Orang yang peka dan pertama kali mengunjungi akun tersebut akan melihat kejanggalan bahwa bagaimana mungkin hanya nge-twit sebanyak 0 (Nol) tapi sudah mempunyai 17 ribu follower.

Mereka yang menjual akun twitter dengan bantuan software (agar follower tidak terlihat palsu) atau cara kotor seperti kasus #UjePalsu di atas, dengan pede-nya memasang iklan:

  • 100 % follower asli manusia dan bukan dibuat oleh software.
  • 100% follower Indonesia dan aktif dan tertarik untuk merespon dan berkomunikasi dengan Anda.
  • Peluang keberhasilan bisnis Anda semakin besar.
  • Jika tidak ada penambahan 100% uang kembali.

Ketahuilah, itu semua bullshit! Anda tidak tahu bagaimana permainan kotor mereka sebenarnya untuk gain follower yang ternyata merugikan orang.

JANGAN MUDAH KAGUM PADA AKUN DENGAN BANYAK FOLLOWER

Saya baca sebuah artikel NewYorkTimes, dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Andrea Stroppa dan Carlo De Micheli, diketahui bahwa bisnis ini ternyata mampu menghasilkan uang hingga jutaan dollar per bulannya. Angka ini tidak mengherankan, karena sebagian besar pembelinya merupakan klien besar. Tercatat nama-nama besar seperti Pepsi, Mercedes-Benz, Louis Vuitton, bahkan hingga perseorangan seperti 50 Cent juga masuk dalam daftar pembeli follower palsu ini.

Justin Bieber (JB), di awal karir adalah salah satu dari sedikit artis Hollywood yang mampu menjadi pusat sorotan media. Sebagai pendatang baru, JB dengan mudah mengalahkan Lady Gaga dengan memperlihatkan jumlah Followers di Twitter yang melebihi milik Lady Gaga. JB pun dinobatkan sebagai Raja Twitter di awal tahun 2013 setelah berhasil mendepak Lady Gaga di urutan pertama. Namun benarkah fans JB sebanyak apa yang tersebut dalam jumlah Followersnya?

Socialbakers, ahli analisis sosial media, menemukan fakta mengejutkan bahwa dari 37,2 juta followers yang dimiliki JB, 45% diantaranya adalah akun palsu. Akun-akun palsu inilah yang difungsikan untuk mendongkrak popularitas si JB di awal karirnya, memancing follower baru yang benar-benar manusia (bukan robot) untuk mem-follow sang bintang baru tersebut. Saat itu memang belum ada software untuk meneliti akun palsu.

Lihatlah diagram di bawah ini, bagaimana komposisi akun follower palsu dengan yang asli milik para artis papan atas, seperti Lady Gaga, Katy Perry, Obama, Rihanna, Britney Spears, Justin Timberlake, Shakira, juga presiden AS Barack Obama.

Follower Palsu
Dari diagram diatas kita juga bisa melihat bahwa ada lebih dari 10 juta akun Follower Twitter Barack Obama adalah palsu. Kemudian dalam perkembangannya, Mashable.com melansir temuan perusahaan analis bernama StatusPeople, yang menyatakan bahwa dari 19 juta akun Follower Twitter Barack Obama, ternyata sekitar 70 persen (sekitar 13 juta) diidentifikasi sebagai akun palsu dan akun tidak aktif.

StatusPeople yang didirikan Rob Waller adalah perusahaan yang memfokuskan diri pada analisa mengenai follower palsu pada Twitter. Anda pun bisa memanfaatkannya melalui alat bantu: fakers.statuspeople.comuntuk mengetahui berapa persen akun follower Anda (atau milik orang lain) yang aktif, tidak aktif dan palsu.

PENUTUP

Semoga masyarakat Twitter semakin cerdas dan peka atas modus topeng seperti kasus #UjePalsu ini. Hati-hati dalam memfollow sebuah akun, kalau Anda kenal di dunia nyata, sekali-kali ajaklah ngobrol tentang akunnya.

Jual-Beli Akun Twitter itu Bisnis Yang Menggiurkan.
Tapi … tidak ada keberkahan di dalamnya. Keuntungan yang didapat akan mudah menguap begitu saja. Ini hukum alam.

Siapa yang bisa menghentikan bisnis kotor seperti ini?
Ya para calon pembeli akun twitter itu sendiri.

Bagi pembeli akun twitter dengan tujuan apapun, …Anda sama pecundangnya dengan penjual akun Twitter. Ketahuilah tidak akan ada keberkahan di dalamnya bila diawali dengan suatu kebohongan. Anda bisa terjebak dan terlena hidup di alam penuh kepalsuan yang tidak akan membawamu kemana-mana.

Mari sama-sama ubah perspektif bahwa popularitas di dunia maya bukanlah banyaknya Follower atau Like, tapi karya nyata yang dihasilkan oleh pemilik akun.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

 

www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id www.stisitelkom.academia.edu
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.profesorjaket.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s